Deep & Contemplative (The Soul Searcher)
The semicolon has become a symbol of suicide prevention because of what it represents in writing. A semicolon is used when a sentence could end, […]
Aku Tidak Sama Seperti Ibu
Di depanku, ibu sedang tersenyum. Wajahnya berseri dan tidak menampakkan amarah. Matanya berbinar, tubuhnya menjulang tinggi. Ibuku punya ukuran sepatu yang sama denganku, tubuhku juga […]
Aku Telah Gagal di Awal Tahun
Lantunan wajan dan sutil memeriahkan penyambutan fajar. Diiringi dengan semerbak aroma gurih dan hangat menyeruak memadati ruang penyaji makanan. Sementara itu si Jago tak lagi […]
Melihat Lebih Jernih Lewat Perjalanan ke Tiga Negara
Sejak lama, aku memang suka traveling. Buat sebagian orang, perjalanan mungkin hanya hiburan atau pelarian sejenak dari rutinitas. Tapi bagiku, perjalanan selalu menjadi cara untuk […]
Siapa yang Diuntungkan dari Narasi “Cinta Habis di Orang Lama”?
Kita tumbuh di budaya yang gemar mengulang kalimat klise tentang cinta yang “habis” di hubungan lama. Budaya yang dengan mudah menyederhanakan relasi menjadi cerita tentang […]
Pendidikan, Kemiskinan Struktural, dan Tragedi: Sebuah Alarm untuk Nurani yang Lumpuh
Kabar wafatnya seorang siswa sekolah dasar berusia sepuluh tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur—yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat […]
Mengalahkan Fluktuasi
Cemas itu datang bagai hantu, bak monster di lemari yang datang kala aku masih bertubuh mungil. Cemas itu laik gemuruh halilintar di pagi melompong — merenggut kesadaran […]
Perempuan yang Selalu Bisa: Siapa yang Menjaga Mereka?
Kita tumbuh di budaya yang memuji ketahanan, tapi jarang bertanya tentang kelelahan. Budaya yang mengajarkan bahwa selama seseorang terlihat “baik-baik saja”, maka tidak ada yang […]
Ruang untuk Luka yang Tak Selalu Terlihat — Catatan dari BandungBergerak
Dalam artikel “Pulihkan Luka Tak Kasat Mata: CS Writer’s Club dan Melihat Lebih Jernih, Ruang-ruang Alternatif dari Kesepian” di BandungBergerak, Salma Nur Fauziyah memotret Melihat […]
Ketenangan sebagai Superpower di Zaman Super Rudet
Pada Olimpiade Seoul 1988, Ben Johnson menghenyakkan target banyak orang. Ia menembus batas 10 detik—batas yang tadinya manusia anggap mustahil—dalam lari 100 meter. Catatan waktunya: […]
Di Ruang Antara
Tidakkah 2025 terasa mengambang, melelahkan, dan kering secara emosional? Seakan adakosa-emosi yang hilang, sesuatu yang perlahan tergerus di dalam diri, terkikis sedikit demisedikit. Awalnya pengalaman […]
Male Validation: Ketika Penerimaan Laki-laki Masih Jadi Ukuran Nilai Diri
Kita tumbuh di budaya yang membuat penerimaan laki-laki terasa seperti bentuk tertinggi penghargaan. Tapi pada akhirnya, male validation justru membuat semua orang kehilangan kebebasan untuk […]